Friday, January 8, 2016

Tentang Cara Kerja Sekring atau Fuse

Fuse alias sekring ialah salah satu komponen elektronika yang bermanfaat sebagai pengaman rangkaian elektronika yang bermanfaat memutuskan arus listrik pada saat arus listrik yang mengalir pada fuse/sekring sudah melalui batas maksimal fuse/sekring.

Fuse ini pada umumnya terbuat dari kawat kecil yang bakal putus pada saat dilewati arus listrik yang melampaui spesifikasi arus maksimal dari fuse/sekring.
suhu pada kawat fuse bakal meningkat pada saat dilewati arus listrik, serta apabila arus listriks melebihi batas daya tahan kawat ,maka kawat bakal meleleh serta putus, inilah sistem kerja fuse/ sekring yang digunakan dalam pengaman pada rangkaian elektronika, untuk pembatas arus listrik agar komponen komponen dalam rangkaian tak langsung rusak pada saat terjadi kelebihan arus listrik dampak short alias overcurrent dari power supply.

Fuse yang beredar pada umunya berbentuk semacam tabung, didalamya tersedia ruang hampa serta kawat, ruang hampa ini bermanfaat agar pemuaian kawat terjadi lebih sempurna saat ada kelebihan arus listips.
cara pemakaian fuse ialah dipasang seri dengan rangkaian. semacam pada foto berikut ini:

contoh cara mengenal batas arus dari fuse/sekring:

Pada body sekring tertulis Fuse 3A, maka fuse tersebut bakal putus pada saat dilewati arus listrik lebih dari 3 Ampere. selagi arus yang mengalir melalui fuse tak lebih dari 3 Ampere, maka fuse masih aman serta tak putus.

Tentang Rangkaian Seri dan Paralel


Rangkaian Seri ialah sebuahrangkaian listips yang disusun dengan cara sejajar dimana komponen-komponen dipasang berurutan.

Sifat-sifat  Rangkaian Seri ialah sebagai berikut:

Arus yang mengalir pada masing beban ialah sama, Tegangan sumber bakal dibagi dengan jumlah tahanan seri apabila besar tahanan sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri ialah sama dengan tegangan total sumber tegangan.

Tak sedikit beban listirik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian.  Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian. Apabila salah satu beban atau bagian dari rangkaian tak terhubung alias putus, ajaran arus terhenti.

Prinsip dalam Rangkaian Seri ialah sebagai berikut:

Hambatan total ialah hasil penjumlahan tiap-tiap hambatan serinya. Kuat arus dalam tiap-tiap hambatannya masih dan besar kuat arus setiap hambatan sama dengan kuat arus totalnya, Beda potensial/tegangan tiap-tiap hambatannya tetap dan hasil penjumlahan tegangan tiap-tiap hambatannya sama dengan tegangan totalnya.

Rangkaian paralel ialah salah satu rangkaian listrik yang disusun dengan cara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya ialah rangkaian parallel. susunan paralel dalam rangkaian listriks menghabiskan anggaran yang memang tak sedikit, ini dikarenakan kabel penghubung yang diperlukan memang tak sedikit.

Tidak hanya kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya ialah apabila salah satu komponen dicabut alias rusak, maka komponen yang lain masih bermanfaat sebagaimana mestinya.


Sifat-sifat Rangkaian Paralel ialah sebagai berikut:

Tegangan pada masing-masing beban listips sama dengan tegangan sumber. Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel ialah rangkaian individu. Arus masing-masing cabang ialah tergantung besar tahanan cabang, Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh sebab itu arus total lebih besar. (Tahanan total darirangkaian parallel ialah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.)

Apabila terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus bakal terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain masih bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.

 Prinsip dalam Rangkaian Paralel ialah sebagai berikut:

Seperhambatan paralel ialah hasil penjumlahan semacamap-tiap hambatan paralelnya. Kuat arus dalam percabangannya memang berbeda2 dan perbandingan kuat arus tiap-tiap percabangan berbanding terbalik dengan perbandingan hambatan tiap-tiap percabangannya dan hasil penjumlahan kuat arus tiap-tiap percabangannya sama dengan kuat arus totalnya, Beda potensial/ tegangan tiap-tiap percabangannya masih dan besar tegangan setiap percabangan sama dengan tegangan totalnya.

Perbedaan Rangkaian seri dan paralel ialah sebagai berikut:

Rangkaian seri besar arus listiriksnya sama besar, akan tetapi besar tegangannya tak sama tergantung besar hambatan pada rangkaian tersebut.

Rangkaian paralel, besar tegangan ialah sama untuk masing hambatan yg terpasang, akan tetapi arusnya tak sama tergantung besar hambatan yg terpasang.

Rangkaian seri, total hambatan tinggal dijumlah semua, sedangkan rangkaian paralel, jumlah hambatan ialah 1/Rt = (1/R1)+(1/R2)+ ... Jumlah total hambatan pada rangkaian seri, lebih besar dari rangkaian paralel. Total daya yg diserap rangkaian seri biasanya lebih besar dibanding rangkaian paralel.